Skip to main content

Iklim Mikro di Hutan Hujan Tropis

Air sebagai pemasok uap air diudara dalam hutan berasal dari dua sumber, yaitu :
  1. Air dari permukaan yang basah, ranting, daun atau lantai hutan.
  2. Transpirasi aktif tumbuhan melalui stomata didaun.
Jumlah uap air yang dihasilkan seperti yang telah disinggung di catatan APRAK sebelumnya tergantung pada kelembaban udara, suhu dan kecepatan angin. Semakin tinggi suhu dan semakin cepat angin berhembus maka proses penguapan dari kedua sumber uap air tersebut dapat dipercepat. 

Kecepatan angin dan suhu udara secara mikro berbeda pada berbagai ketinggian pohon. Dengan demikian pohon dan secara bersamaan adalah vegetasi, membentuk iklim mikro yang sangat berpengaruh bagi kehidupan makhluk hidup lainnya.

Logman dan Jenik (1974) membagi mintakat iklim mikro pada pohon hutan (Gbr.1.6) sebagai berikut :

image


Sumber : BMP Ekologi Hutan Tropis

Comments

Popular posts from this blog

Kelembaban Udara

Lingkungan hutan tropis juga dicirikan dengan kelembaban udara yang tinggi. Dalam beberapa kasus, kelembaban udara dapat mencapai titik embun , yaitu kandungan air mencapai jenuh diudara. Di Indonesia kelembaban udara relatif rata-rata 80%. Kelembaban tertinggi misalnya terjadi di hutan hujan tropis yang terletak didataran tinggi. Pegunungan diperbatasan antara Kalimantan Barat dan Kalimantan Utara , di punggung gunung perbatasan antara Sulawesi Tengah , dan Sulawesi Tenggara sering tercatat angka kelembaban relatif 100% terutama terjadi pada suhu udara mencapai minimum dipagi hari.

Kelompok Tumbuhan

Berbicara tentang hutan, berarti berbicara tentang suatu lingkungan yang terutama didominasi oleh tumbuhan. Bermacam-macam tumbuhan tumbuh membentuk suatu vegetasi dengan karakteristik tertentu. Secara alami vegetasi tersebut membentuk kelompok-kelompok tertentu yang dapat diklasifikasi sehingga dapat ditentukan tipe dari vegetasi itu sendiri. Kelompok-kelompok tumbuhan didalam suatu vegetasi hutan diantaranya :

Curah Hujan

Curah hujan dinyatakan sebagai tinggi air hujan yang jatuh ke permukaan tanah sebelum mengalami aliran permukaan, evaporasi, dan infiltrasi kedalam tanah. Curah hujan merupaka ketinggian air hujan yang terkumpul dalam tempat yang datar, tidak menguap, tidak meresap dan tidak mengalir. Curah hujan 1 mm, artinya dalam luasan 1 meter persegi pada tempat yang datar tertampung air setinggi 1 mm atau tertampung air sebanyak 1 liter. Curah hujan kumulatif merupakan jumlah hujan yang terkumpul dalam rentang waktu kumulatif tersebut. Dalam periode musim, rentang waktunya adalah rata-rata panjang musim pada masing-masing daerah perkiraan musim.