Skip to main content

Posts

CSS Responsive

Page Title Resize the browser window to see the responsive effect. My Website With a flexible layout. Link Link Link Link About Me Photo of me: Image Some text about me in culpa qui officia deserunt mollit anim.. More Text Lorem ipsum dolor sit ame. Image Image Image TITLE HEADING Title description, Dec 7, 2017 Image Some text.. Sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco. TITLE HEADING Title description, Sep 2, 2017 Image Some text.. Sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id es
Recent posts

MISTERI PENAMPAKAN

Jika kita suka film dengan genre sci-fi , maka kita akan dapati penggambaran suatu yang sifatnya mustahil atau semacam pseudoscience menjadi hal yang seolah-olah realistis. Contoh nya saja film The Martian yang dibintangi aktor terkenal Matt Damon , perjalanan manusia dari bumi ke mars yang sampai saat ini belum memungkinkan digambarkan di film ini menjadi hal yang biasa, dan kita sebagai penontonnya pun dibuat memakluminya. Padahal secara pengalaman belum ada satu manusiapun yang pernah mengalaminya. Berbeda dengan film-film bergenre horor asia, film yang bercerita tentang dunia permakhluk halusan. Disini, semakin jelas penggambaran penampakan makhluk-makhluk nya, justru semakin misteri efeknya. Semakin orang-orang menganggap tahayul cerita-ceritanya, semakin dipandang kolot orang-orang yang menganggap semua itu menakutkan. Padahal dari sisi pengalaman, justru lebih banyak orang yang sudah pernah melihat penampakan hantu dari pada orang yang pernah terb

SEPUTAR MISTIS SUPRANATURAL

Keyakinan tentang hal-hal yang bersifat ghaib masih sangat melekat didalam budaya masyarakat kita. Tidak hanya kalangan tingkat pendidikan menengah bawah, bahkan tidak jarang juga dari kalangan akademisi. Hal-hal yang bersifat ghaib disini lebih ke hal-hal yang bersifat supranatural atau kekuatan yang diyakini berasal dari alam dan bersifat metafisik.  Banyak kebiasaan-kebiasaan atau ritual-ritual dimasyarakat yang di yakini sangat berpengaruh terhadap kehidupan, keselamatan, atau kesejahteraan seseorang. Misalnya saja ritual sesaji di hari-hari tertentu dengan tujuan tertentu, jika si pelaku suatu saat lupa melakukan ritual ini, maka dipercaya akan mengganggu kelancaran tujuan tersebut, lebih jauh lagi bisa berbahaya bagi keselamatan si penganut kepercayaan itu.

INGAT, PANDEMI BELUM BERAKHIR !!

Yang semakin mempersulit penanganan pandemi COVID-19 adalah adanya orang-orang yang terinfeksi namun Asimt0matik. Artinya ada orang-orang yang terinfeksi COVID-19 namun tidak menunjukan gejala sama sekali, atau kalau istilah di kita itu Orang Tanpa Gejala. Sulit untuk melacak penderita yang asimtomatik, dan mereka sangat berpotensi menjadi pembawa yang semakin memperluas jangkauan penyebaran COVID-19 ini. "Menurut laman National Geographic Indonesia, CDC atau Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika memperkirakan sebanyak 40% orang yang terkena COVID-19 merupakan Asimtomatik atau Orang Tanpa Gejala." Sehingga ada efek piramida gunung es dalam penanganan pandemi ini, artinya bisa saja kasus-kasus yang berhasil di data hanyalah sebagian saja. Di belakangnya ada jauh lebih besar kasus yang tidak tercatat karena memang tidak terlacak.

Camping Saat Pandemi, Kenapa Tidak ?

Kegiatan luar ruangan (outdoor) yang paling menenangkan jiwa, me re-fresh otak, dan menignspirasi ya Camping kalau menurut saya. Namun dalam situasi pandemi seperti sekarang ini, pertanyaan nya adalah, seberapa aman kegiatan ini ? Kabar baiknya untuk anda, kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan di luar ruangan yang relatif lebih aman untuk anda lakukan. Aman disini bukan berarti tanpa resiko, dengan kondisi seperti sekarang ini resiko terpapar COVID-19 akan selalu ada, seberapapun kecilnya. Lalu seberapa besar resikonya jika anda akan tetap berkemah ? Dilansir dari laman CNN, pada bulan juni lalu situs berita MLive berkonsultasi dengan empat pakat kesehatan masyarakat di Michigan yang secara kolektif menilai 36 kegiatan berdasarkan tingkat resiko yang diperkirakan secara profesional. Masing-masing membuat penilaian beserta hasilnya.

Pengaruh Covid-19 Terhadap Penanganan HIV dan TB di Afrika Selatan.

Tidak selang beberapa lama setelah melakukan mitigasi terhadap wabah COVID-19, seperti menutup jalur penerbangan dan menutup sekolah-sekolah, pemerintah Afrika Selatan melakukan langkah berani dengan menerapkan kebijakan lockdown  atau karantina nasional pada tanggal 27 Maret 2020. Kebijakan ini di terapkan setelah muncul 402 kasus dan terus berlipat ganda setiap 2 hari. Meskipun jumlah penduduk nya hanya 0.7% dari pupulasi dunia, Afrika Selatan merupakan rumah dari 20% (7.7 s/d 7.9 Juta orang) beban global infeksi HIV dan termasuk di antara negara-negara terdampak TB terparah di dunia, dengan tingkat co-infection HIV-TB sebesar 59%, atau peringkat ke 4 tertinggi di dunia. Namun langkah yang bertujuan untuk menekan penyebaran virus dengan membatasi pergerakan dan interaksi orang ini memiliki konsekuensi yang tidak di inginkan terhadap penyediaan layanan kesehatan umum, terutama pencegahan dan pengobatan Tuberculosis (TB) dan HIV. Sumber daya utama di Afrika yang

Bumi vs COVID-19

Pandemi COVID-19 memaksa manusia untuk mengurangi segala aktivitas normal, mau-tidak mau harus membatasi interaksi sosial secara fisik, sehingga harus memperbaharui cara hidup normal sebelumnya menjadi cara hidup normal yang mampu berkompromi dengan paparan COVID-19. Disisi lain, saat banyak negara memberlakukan kebijakan Social Distancing , atau bahkan karantina total, bumi memiliki kesempatan untuk memulihkan diri. Berhentinya aktivitas manusia sangat berpengaruh terhadap berkurangnya emisi polusi yang mencemari alam selama ini. Udara menjadi semakin bersih, lingkungan kian ramah untuk para binatang dan makhluk hidup lainnya. Kicauan burung terdengar lebih nyaring dengan berkurangnya suara-suara mesin buatan manusia.