Skip to main content

Iklim

DSC01131
iklim merupakan salah satu faktor penting dalam pembentukan dan penyebaran vegetasi diatas permukaan bumi. Variasi iklim yang terbentuk di bumi, berperan dalam variasi vegetasi yang tumbuh di dalamnya. 

Akhirnya variasi vegetasi di bumi akan berpengaruh dalam pembentukan tipe hutan di berbagai belahan bumi.

Pakar geografi tumbuhan yang membuat penggolongan hutan tropis berdasarkan iklim selalu memperhitungkan curah hujan, suhu dan kelembaban udara sebagai pertimbangan utama.


Kawasan tropis secara keseluruhan dicirikan dengan ketinggian curah hujan, suhu dan kelembaban udara. curah hujan terendah sekitar 600mm per tahun diperkirakan sebagai persyaratan terbentuknya hutan. Pada beberapa kasus dikawasan tropis dijumpai daerah yang mempunyai curah hujan lebih rendah dari 600mm/ tahun. Ditempat tersebut biasanya tidak terbentuk hutan.

Variasi iklim dikawasan tropis terjadi karena perbedaan fisiografi, pertemuan antara daratan dan lautan atau antara kepulauan, dan landas kontinen. Bahkan tipe iklim tropis tidak selalu berlaku pada wilayah yang termasuk dalam batas garis lintang tropis.

Perbedaan iklim tersebut sangat mempengaruhi pembentukan dan pertumbuhan hutan serta mintakat peralihan antara hutan dan tipe vegetasi lain. Pada saat terjadi pengaruh lokal yang menyebabkan kondisi iklim berbeda dari tipe iklim tropis secara keseluruhan, maka dalam pembentukan hutan, komponen lingkungan lain seperti tanah akan menjadi faktor dominan. Dengan demikian iklim bukanlah satu-satunya penentu penyebaran hutan dunia.

image

Sebaran vegetasi dunia dapat dipetakan dalam suatu salib sumbu dengan absis suhu rata-rata tahunan dan ordinatnya adalah curahan rata-rata tahunan (gambar 1.3). 

Berdasarkan gambar tersebut, maka hutan tropis menempati kawasan dengan suhu rata-rata tahunan > 17 0C dan curahan rata-rata tahunan lebih > 1500 mm.

Gambar tersebut hanya memberikan batas-batas umum yang sangat kasar dalam kenyataan penyebaran vegetasi si bumi. Seperti telah disinggung sebelumnya bahwa faktor iklim dapat digantikan oleh vaktor tanah dalam pembentukan tipe vegetasi, bahkan dalam beberapa kasus ditemukan bahwa api (kebakaran dan pembakaran) juga dapat menjadi penentu tipe vegetasi yang terbentuk.


Sumber : BMP (Buku Materi Pokok) Ekologi Hutan Tropis

Comments

Popular posts from this blog

Hutan Rawa dan Hutan Mangrove

  A. Hutan Rawa Pada umumnya hutan rawa ditemukan disekitar danau atau sungai tenang yang terlindung, pada pinggiran air tergenang, dan dalam lekuk. Hutan dalam rawa gelagah demikian itu serupa dengan rawa iklim sedang dan biasanya terdiri dari tumbuhan monokotil tegak, seperti misalnya spesies gelagah ( Phragmites ), papirus ( Cyperus Papyrus ), ekor kucing ( Typha ). Akar tumbuhan ini terendam, sedangkan tunasnya berada jauh diatas permukaan air. Akar dan tunasnya yang terendam air mempunyai rongga udara untuk membantu pengudaraan. Vegetasi rawa menghuni habitat berair tawar, pH masam sampai sangat masam dan jarang terdapat pH sampai 6, kecuali pada saat kondisi setelah hujan. Permukaan air yang turun naik menyebabkan terjadinya pengeringan tanah secara periodik yang membantu proses perubahan kimia tanah atau mempercepat laju dekomposisi bahan organik.

Curah Hujan

Curah hujan dinyatakan sebagai tinggi air hujan yang jatuh ke permukaan tanah sebelum mengalami aliran permukaan, evaporasi, dan infiltrasi kedalam tanah. Curah hujan merupaka ketinggian air hujan yang terkumpul dalam tempat yang datar, tidak menguap, tidak meresap dan tidak mengalir. Curah hujan 1 mm, artinya dalam luasan 1 meter persegi pada tempat yang datar tertampung air setinggi 1 mm atau tertampung air sebanyak 1 liter. Curah hujan kumulatif merupakan jumlah hujan yang terkumpul dalam rentang waktu kumulatif tersebut. Dalam periode musim, rentang waktunya adalah rata-rata panjang musim pada masing-masing daerah perkiraan musim.

Aliran Permukaan, Evaporasi dan Infiltrasi

Pada artikel sebelumnya, yaitu tentang curah hujan sempat di singgung tentang aliran permukaan, evaporasi dan infiltrasi. Ketiga hal tersebut akan selalu terjadi didalam suatu siklus hidrologi. Secara sederhana, aliran permukaan, evaporasi dan infiltrasi di artikan sebagai proses mengalirnya bagian dari curah hujan diatas permukaan tanah, proses penguapan dan penyerapan air kedalam tanah. Pengertian aliran permukaan, evaporasi dan infiltrasi adalah sebagai berikut : Aliran Permukaan Aliran permukaan merupakan bagian dari curah hujan yang mengalir diatas permukaan tanah menuju sungai, danau dan lautan (Asdak, 1995) . Menurut Arsyad (2010) , aliran permukaan adalah air yang mengalir diatas permukaan tanah dan mengangkut bagian-bagian tanah. Aliran permukaan terjadi apabila intensitas hujan melebihi kapasitas infiltrasi tanah, dalam hal ini tanah telah jenuh air. Sifat aliran permukaan seperti jumlah atau volume, laju atau kecepatan, dan gejolak aliran permukaan menentukan k