Skip to main content

Sirkulasi Angin

DSC01758

Melanjutkan pembahasan di artikel terdahulu tentang iklim, dimana pengaruh iklim sangat besar sekali dalam pembentukan dan penyebaran vegetasi diatas permukaan bumi. Kali ini kita akan meneruskan pembahasan tentang Komponen-komponen iklim untuk melengkapi materi yang sudah kita bahas sebelumnya yaitu curah hujan dan suhu udara. Materi yang akan kita bahas kali ini adalah sirkulasi angin.

Hukum-hukum Newton tentang kesetimbangan, percepatan dan reaksi-reaksi menjadi dasar dalam pergerakan partikel. Hal tersebut juga berlaku didalam atmosfer yang mengandung banyak partikel. Partikel tersebut bergerak dengan adanya gabungan gaya-gaya yang sedang berinteraksi. Interaksi gaya tersebut menyebabkan ketidak seimbangan dalam atmosfer, karena itu masa udara akan bergerak agar keseimbangan tetap terjaga. 

Pergerakan massa udara itulah yang disebut angin.

Sirkulasi pergerakan massa udara karena adanya perbedaan suhu, pada akhirnya akan menyebabkan perbedaan tekanan. Dengan demikian udara berpindah secara alami dari tempat bertekanan tinggi ketempat bertekanan rendah. 

Aliran udara tersebut mungkin dihalangi oleh bentuk permukaan bumi seperti pegunungan, atau dipercepat oleh relief yang lain seperti lembah. Selain itu aliran udara tersebut juga dapat bertumbukan dengan aliran udara yang lain.

Seperti yang telah disinggung sebelumnya bahwa disepanjang garis khatulistiwa terjadi penyinaran matahari yang sangat intensif. Kemiringan poros bumi dan rotasinya menyebabkan permukaan bumi yang terkena sinar matahari langsung berubah sepanjang tahun. 

Dengan demikian seolah-olah matahari bergerak dalam lintasannya sampai kegaris balik utara dan selatan. Pemanasan yang tinggi tersebut membentuk kawasan yang disebut sebagai Inter Tropical Convergence Zone (ITCZ). Wilayah ITCZ dapat bergeser sepanjang tahun.

Massa udara dikawasan ITCZ diangkat dengan bantuan energi dari intensitas matahari yang tinggi. Pengangkatan massa udara itu menyebabkan kekosongan diwilayah ITCZ bagian bawah sehingga tekanan udara menjadi rendah. 

Secara alami kekosongan massa udara tersebut digantikan oleh massa udara lain yang berasal dari wilayah dengan tekanan yang lebih tinggi. Peristiwa tersebut menjadi penyebab munculnya angin pasat

Angin pasat bertiup dengan kecepatan konstan dan mempunyai arah hembusan yang sama. Angin Pasat dari sebelah utara khatulistiwa bertiup dari arah timur laut hingga utara sedangkan dari belahan bumi selatan angin datang dari arah tenggara. Khusus untuk wilayah Indonesia angin pasat utara hingga timur laut membawa massa udara dari samudera Pasifik yang relatif basah, sedangkan dari arah tenggara membawa massa udara dari daratan Australia yang relatif kering.

Kembali kewilayah ITCZ, massa udara yang naik keatas secara vertikal kemudian berpindah secara horizontal dan terbagi kearah lintang utara dan lintang selatan. Jika angin pasat mengalir kearah utara maka angin atas ini menjauhi khatulistiwa. Selain itu terjadi kesinambungan antara aliran udara atas dengan angin pasat. Kesinambungan dan perbedaan hembusan arah ingin inilah yang menyebabkan aliran udara tadi dinamakan Angin Anti Pasat.

Selain angin anti pasat, kawasan tropis juga dipengaruhi oleh angin Monsun. Angin Monsun merupakan perpindahan massa udara yang disebabkan oleh perbedaan suhu antara daratan dan lautan dalam skala yang luas. 

Pergantian musim panas dan dingin lebih terasa didaratan dibandingkan dengan lautan yang mempunyai suhu relatif konstan. Dengan demikian terjadi konfeksi didaratan yang menyebabkan wilayah bertekanan rendah dipermukaan daratan, sehingga udara mengalir dari permukaan lautan yang bertekanan lebih tinggi.

Bagi hutan tropis, angin merupakan salah satu komponen lingkungan yang penting. Angin bervariasi menurut jumlahnya merupakan agen yang dapat meningkatkan laju Evapotranspirasi tumbuhan. Percepatan laju transpirasi akan dapat menurunkan kelembaban udara bahkan pada sabuk-sabuk hutan tropis yang terkenal sangat lembab. Secara mekanik angin juga dapat mempengaruhi jalan dan arah suksesi vegetasi didalam hutan.

Comments

Popular posts from this blog

Hutan Rawa dan Hutan Mangrove

  A. Hutan Rawa Pada umumnya hutan rawa ditemukan disekitar danau atau sungai tenang yang terlindung, pada pinggiran air tergenang, dan dalam lekuk. Hutan dalam rawa gelagah demikian itu serupa dengan rawa iklim sedang dan biasanya terdiri dari tumbuhan monokotil tegak, seperti misalnya spesies gelagah ( Phragmites ), papirus ( Cyperus Papyrus ), ekor kucing ( Typha ). Akar tumbuhan ini terendam, sedangkan tunasnya berada jauh diatas permukaan air. Akar dan tunasnya yang terendam air mempunyai rongga udara untuk membantu pengudaraan. Vegetasi rawa menghuni habitat berair tawar, pH masam sampai sangat masam dan jarang terdapat pH sampai 6, kecuali pada saat kondisi setelah hujan. Permukaan air yang turun naik menyebabkan terjadinya pengeringan tanah secara periodik yang membantu proses perubahan kimia tanah atau mempercepat laju dekomposisi bahan organik.

Curah Hujan

Curah hujan dinyatakan sebagai tinggi air hujan yang jatuh ke permukaan tanah sebelum mengalami aliran permukaan, evaporasi, dan infiltrasi kedalam tanah. Curah hujan merupaka ketinggian air hujan yang terkumpul dalam tempat yang datar, tidak menguap, tidak meresap dan tidak mengalir. Curah hujan 1 mm, artinya dalam luasan 1 meter persegi pada tempat yang datar tertampung air setinggi 1 mm atau tertampung air sebanyak 1 liter. Curah hujan kumulatif merupakan jumlah hujan yang terkumpul dalam rentang waktu kumulatif tersebut. Dalam periode musim, rentang waktunya adalah rata-rata panjang musim pada masing-masing daerah perkiraan musim.

Aliran Permukaan, Evaporasi dan Infiltrasi

Pada artikel sebelumnya, yaitu tentang curah hujan sempat di singgung tentang aliran permukaan, evaporasi dan infiltrasi. Ketiga hal tersebut akan selalu terjadi didalam suatu siklus hidrologi. Secara sederhana, aliran permukaan, evaporasi dan infiltrasi di artikan sebagai proses mengalirnya bagian dari curah hujan diatas permukaan tanah, proses penguapan dan penyerapan air kedalam tanah. Pengertian aliran permukaan, evaporasi dan infiltrasi adalah sebagai berikut : Aliran Permukaan Aliran permukaan merupakan bagian dari curah hujan yang mengalir diatas permukaan tanah menuju sungai, danau dan lautan (Asdak, 1995) . Menurut Arsyad (2010) , aliran permukaan adalah air yang mengalir diatas permukaan tanah dan mengangkut bagian-bagian tanah. Aliran permukaan terjadi apabila intensitas hujan melebihi kapasitas infiltrasi tanah, dalam hal ini tanah telah jenuh air. Sifat aliran permukaan seperti jumlah atau volume, laju atau kecepatan, dan gejolak aliran permukaan menentukan k